Takeshi Okada, pria asal Osaka,Jepang, berusia 54 tahun, sempat mejadi bahan cemoohan media Jepang. Okada menjadi olok-olokan oleh media Jepan ketika dia menargetkan anak asuhannya mencapai semifinal di World Cup 2010 Afrika Selatan. Bahkan, Tatsuhito Kaneko, seorang kolumnis media olahraga Jepang “Sports Nippon” mengejek Okada dengan mengatakan “..Membawa tim Jepang lolos hingga babak semifinal, sama saja dengan menyuruh para pemain tim nasional terbang ke bulan..”
Mantan Pelatih Jepang pada World Cup 2002, Philippe Toussier sempat berujar,” Dia (Okada) menginginkan pemainnya bermain dengan cantik layaknya Spanyol ataupun tim samba Brazil, namun skill dan kapasitas pemainnya belum selevel dengan pemain dari Spanyol dan Brazil, “Japan still had the “same stupid mentality” that it had under Okada in 1998, Troussier told Reuters in May, adding, “Okada has confusion in his head.”
Okada tidak bergeming sedikitpun terhadap cemoohan media dan publik di Jepang. DIa lebih memilih untuk tetap fokus dan berjalan, untuk mencapai target yang dia inginkan. Okada terinspirasi dari keberhasilan Korea menembus babak semifinal pada World Cup 2002. “..Jika Korea bisa melakukannya, mengapa Jepang tidak…?”. Okada pun sempat berkata kepada jurnalis “ Jika saya tidak menetapkan target hingga babak semifinal, para pemain tdak akan termotivasi..”
Jepang memang pernah dilatih oleh Okada pada World Cup 1998, namun Jepang langsung tersingkir di babak penyisihan grup. Pada saat World Cup 2002 yang diadakan di Jepang dan Korea, Jepang dibawah Philippe Troussier tampil lebih baik hingga menembus babak perdelapan final. Tapi sejak itu Jepang tidak pernah menang lagi di luar tanah mereka.
Pada World Cup 2010 di Afrika Selatan kali ini, Okada telah membuktikan setengah dari ucapannya. Dia berhasil membawa Jepang lolos ke babak perdelapan final dan dia berhasil mengukir rekor, membawa tim Jepang menang di luar kandang. Ushiki Sokichiro, sorang jurnalis yang betugas meliput world cup untuk harian Yomiuri Shimbun mengatakan “ Dia dulu dibenci dan dicemooh di Tokyo , tapi sekarang dia sangat populer. Berkat kerja kerasnya, Okada berhasil membawa Jepang lolos ke babak perdelapan final setelah kemenangan mengesankan melawan Denmark dengan skor meyakinkan 3-1, selain itu Jepang juga menumbangkan wakil Afrika, Kamerun dengan skor 1-0, dan hanya menderita satu kekalahan dari sang juara grup Belanda.
Banyak kritikus yang akhirnya harus menjilat ludah. Arsene Wenger pelatih Arsenal menyebut Jepang sebagai klub “kelas ringan”. Sebelum turnamen World Cup, dalam sebuah makan malam dengan Okada di bulan April, Wenger mengatakan pada Okada “ Jika kamu (Okada) berhasil lolos dari grup ini, orang-orang perlu membuatkan patung dirimu di tengah-tengah kota Tokyo..

Mungkin, ini saatnya menyewa seorang pemahat patung…
dari : new york times dan wikipedia