Kemaren malam lihat berita di tv tentang orang-orang yang berdesakan untuk membeli smartphone blackberry terbaru. Konon smartphone tersebut dijual sampai dengan separuh harga untuk 1000 pembeli pertama. Ternyata pengunjung membludak, sehingga banyak yang pingsan. Seorang psikolog di acara televisi mengatakan para calon pembeli sudah terpangkas rasionalitas nya saat mendengar ada nya diskon besar-besaran produk tersebut. Bagaimana tidak iming-iming diskon 50 % benar-benar membuat orang-orang tergiur untuk memiliki smartphone tipe terbaru. Memang masyarakat Indonesia, terkenal konsumtif, sehingga cocok menjadi lahan promosi produk semacam smartphone. Tapi saya berpikir apa ya motif dibalik diskon sampai 50 %? Test produk kah? Atau membuat sebuah hype dengan menampilkan keramaian?

Advertisement