Fun Bike, Lelah tapi Menyenangkan

Kemarin saya ikut Fun Bike untuk memperingati Hari Listrik Nasional ke 72. Start dan Finish di kantor PLN TJBB di Gandul Depok. Start setengah 7 dan menempuh jarak 30 km. Ini kali pertama saya ikut. Rute nya menantang dengan banyak turunan dan tanjakan. Harus ekstra hati-hati. Agak kaget juga, apalagi sebenarnya saya bukan hobbyist sepeda, saya cuma biker keliling komplek sambil bonceng anak. Sepeda saya juga biasa saja dan helm minjam teman..hehe. Tapi alhamdulillah finish juga. Kaki pegal-pegal terasa sampai sekarang. Sempat juga narsis lewat drone teman saya Adnan.

Berikut rute yang direkam oleh teman saya Angga, lewat aplikasi strava dab relive di smartphone nya Finisher PLN Batubara

Advertisements

Fotografer untuk Narsis

Kemarin saya membaca Kompas hari minggu 15 Oktober 2017, ada artikel menarik tentang jasa fotografer profesional di destinasi wisata luar negeri. Jasa ini cukup banyak peminat, meskipun biayanya relatif mahal dalam ukuran saya, 400 dollar untuk wilayah Asia Tenggara, 500 dollar jika di Amerika.

Namun bagi yang berduit lebih dan ingin meng capture moment dengan sempurna jasa fotografer ini tentu worth it. Apalagi momen spesial seperti liburan keluarga atau honeymoon. Hasil foto yang dihasilkan tentu jauh lebih bagus daripada difoto sendiri dengam smartphone ataupun kamera sendiri.

Terhipnotis

Saya rasa kebanyakan orang Indonesia saat ini terhipnotis, terhipnotis oleh keadaan. Pernah dengar berita orang kena gendam..? Walaupun diapa-apakan orang yang kena gendam akan menurut saja, tanpa perlawanan, dikuasai penuh oleh tukang gendam. Orang kena gendam akan diam saja dan menurut.

Kita saat ini seperti orang kena gendam, BBM naik kita sekarang diam, Premium menghilang orang-orang diam, disuruh pakai electric money dan disuruh bayar untuk top up kita diam, diperas oleh pajak kita diam, privasi kita diusik lewat simcard teregistrasi kita masih diam. Kita diam karena  terkagum dengan rezim atau karena takut? Takut tiba-tiba ditangkap, diberangus, dan dituduh penyebar ujaran kebencian, teroris, merencanakan makar dan lain-lain.

Seandainya kita takut karena hal tadi, sepertinya kita mundur 3 dekade, saat suara-suara dibungkam dan semua harus seragam.

Gorilla Glass dan Screen Guard?

Perlu atau tidak pakai screen guard kalau layar LCD smartphone sudah gorilla glass? Menurut saya itu tergantung pemiliknya. Gorilla Glass berfungsi untuk menghindari gores dan retak. Namun pengalaman pribadi saya, tetap ada gores halus pada smartphone walaupun sudah gorilla glass. Tapi mungkin dalam jumlah yang banyak bisa mengganggu juga.

Saya sendiri sih tidak pakai screen guard, karena layar lebih terlihat kinclong dengan gorilla glass  dan tanpa screen guard. Masalah pakai screen guard atau tidak itu pilihan empunya smartphone..

Moray

Pagi ini saya buka laptop di rumah, dan seperti biasa ketika halaman log in windows 10 disertai foto background yang berganti tiap log in. Hari ini foto pada desktop background memancing keingintahuan saya gambar apakah dan dimanakah tersebut. Lalu saya capture dengan handphone. Beruntungnya sekarang smartphone Samsung sekarang ada feature visual search, sehingga otomatis bisa mengidentifikasi gambar hasil capture dan langsung dicari di google images.

5c87dbdbd3e2e05c4f5a4cc9f902d25c

dan muncullah gambar di atas di google.  Saya kira awalnya itu di Indonesia, karena seingat saya ada juga sawah dengan pola unik di Flores. Namun yang ini bukan di Indonesia, tetapi di Peru. Ternyata itu adalah Moray, situs arkeologi yang merupakan bagian dari reruntuhan peradaban Inca. Dan konon amphiteater hijau tadi adalah bekas laboratorium eksperimen agriculture suku Inca. Belum jelas juga kenapa bentuknya konsentris seperti amphiteater. Yang jelas bentuk nya indah dan menarik menurut saya.

Review Buku : Misteri Desain Apple

cover_akhir

Hari ini saya menamatkan lagi buku yang berjudul Misteri Desain Apple. Buku ini saya beli 2 minggu yang lalu dengan harga diskon, hanya Rp. 15.000. Buku nya sudah cukup lama, terbit tahun 2012. Tebal halaman buku sekitar 138 halaman. Bahasa pada buku ini mudah dicerna dan tidak berbelit-belit.

Buku ini mencoba menjelaskan kenapa desain produk Apple begitu bagus dan beda dengan produk merek lain. Simplicity atau kesederhanaan merupakan syarat mutlak pada setiap desain  produk Apple. Desain Apple sangat fokus pada hal-hal yang penting dan hanya unsur yang penting lah yang ditampilan. Coba misalnya desain Macbook, selain logo Apple sebagai identitas produk, keseluruhan produk dibuat polos, tidak hal-hal yang ditonjolkan, kecuali hal-hal yang berguna. Begitupun iPad dan iPhone, layar yang cerah menjadi pusat perhatian, sementara unsur yang lain ditampilkan tidak berlebihan, sesuai dengan fungsinya.

Steve Jobs adalah seseorang yang sangat peduli pada desain. Hal ini dilatarbelakangi pengalamannya belajar kaligrafi semasa berkuliah. Pengalaman spritual Jobs ketika berkelana di India dan pendalamaannya mengenai Zen, mempengaruhi semua desain produk Apple. Selain menerapkan prinsi-prinsip Zen, Jonanthan Ive kepala desainer Apple yang menjadi kepercayaan Jobs, sangat teinspirasi dengan desain Dieter Rams, tokoh terkemuka Bauhaus. Bauhaus adalah sekolah desain di Jerman dengan reputasi tinggi.

Hal lain yang menarik perhatian saya saat membaca buku ini adalah mengenai penjelasan matematis tentang sebuah keindahan. Bahwa persepsi kita tentang keindahan ditentukan oleh bagaimana otak kita melihat sebuah objek terbentuk dengan proporsional. Bab pembahasan mengenai deret Fibonacci dan Golden ratio pada buku ini menjelaskannya dengan gamblang.

Overall buku ini adalah buku yang bermanfaat dan mudah dicerna bagi orang yang awam desain.

Review Buku : Norwegian Wood

Minggu lalu saya menamatkan buku karangan Haruki Murakami, Norwegian Wood. Tebal nya sekitar 400 an halaman. Saya membaca versi Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Penerbit KPG, dan diterjemahkan oleh Jonjon Johana. Saya googling Jonjon Johana adalah dosen di Unpad Bandung. Terjemahannya bagus sekali menurut saya. Buku ini tidak setebal buku 1Q84 sehingga lebih cepat menamatkannya. Apalagi buku 1Q84 yang saya baca dalam versi Bahasa Inggris haha.

7528e6af58ed22a7f00346db44142b49
sumber : Pinterest

Novel ini pertama kali diterbitkan tahun 1987, dan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris tahun 2000, kalau ke Bahasa Indonesia tahun 2002 CMIIW. Norwegian Wood sendiri terinspirasi dari lagu The Beatles yang berjudul sama. Kalau dibaca liriknya, seperti nya Murakami sangat terinspirasi dari lagu ini.

Setting cerita adalah pada tahun 60-an akhir hingga 70-an awal. Ceritanya adalah flashback tokoh utama Toru Watanabe pada masa-masa saat dia berumur 18-20 tahun awal. Kematian sahabat karib nya, kekasihnya, Naoko yang sakit jiwa (akhirnya pun bunuh diri) dan Midori wanita lain yang mencintainya adalah inti dari cerita Norwegian Wood. Yang jelas novel ini diperuntukkan untuk dewasa, karena begitu banyak cerita berbau seks. Saya cuma wondering apakah kehidupan di Jepang di masa itu apakah sudah sebebas itu?

Hal yang membuat saya menyukai buku ini adalah, bagaimana Harukami membuat deskripsi dengan detail. Saya jadi bisa membayangkan lokasi-lokasi yang ada dalam cerita meskipun saya belum pernah kesana. Murakami juga sukses membuat cerita yang membawa pembaca pada kesuraman dan kesedihan yang ada dalam cerita, meskipun ada unsur-unsur lucu juga di dalamnya.

Cerita dalam buku ini juga sudah pernah difilmkan dengan judul yang sama dan direlease tahun 2010. Kesan saya menonton film ini sekilas : Midori di film jauh lebih cantik dibandingkan yang saya bayangkan di buku. Naoko? Saya di buku juga tidak tertarik dengan Naoko. haha