Orang Indonesia Rajin Bikin Komunitas

assc
source : instagram @antissocialsocialclub

 

Saya rasa orang Indonesia adalah orang yang paling rajin bikin komunitas. Misalnya otomotif, hampir tiap seri dan jenis kendaraan ada komunitasnya. Mau motor atau mobil, dari yang murah sampai yang mahal. Semua nya ada komunitasnya. Kalau di bidang olahraga juga begitu, ada klub runner, klub sepeda, klub motor trail, sepatu roda dan lain lain.

Mengapa kita suka bikin komunitas? Apakah karena kita sangat suka kumpul-kumpul, nongkrong bersama, melakukan kegiatan bersama-sama sehingga perlu wadah untuk kesamaan hobby, pikiran dll. Atau karena saking extrovert nya orang Indonesia suka bergaul dimana-mana? Mungkin ada yang pernah melakukan penelitian ini?

Namun terkadang komunitas membuat segregasi dalam kelompoknya sendiri. Lama-lama muncul persaingan dalam kelompok. Misalnya kelompok runner, ada yang akhirnya menjadi perlombaan sepatu, apparel dan gengsi2 lainnya. Meskipun pada awalnya kelompok ini terbuka, namun menjadi semakin eksklusif di kemudian hari, sehingga anggota atau calon anggota akan terseleksi dengan sendirinya. Begitupun di kelompok-kelompok lainnya, meskipun hal ini tidak bisa digeneralisir semuanya.

Kalau saya sendiri tidak ada tergabung dalam kelompok atau komunitas manapun, paling pun saya hanya ikut rutin futsal di kantor tiap minggu. Saya juga merasa bukan seseorang yang extrovert yang tiba-tiba bisa bergaul dengan komunitas orang-orang yang tidak begitu saya kenal, meskipun hobby nya sama. Tapi sekali lagi tiap orang berbeda.

Advertisements

Membantukah SPLU PLN?

SPLU ini saya temukan di depan kantor PLN Pusat di Blok M. Saya tertarik karena baru pertama kali melihat. Simpelnya SPLU adalah tempat colokan listrik berbayar. Pada box putih tertulis petunjuk penggunaan. Cara pemakaiannya sama seperti mengisi listrik prabayar. Jadi kita isi pulsa listrik sesuai dengan nomor meteran yang tertera di box.

Menurut saya SPLU ini tidak praktis dan tidak membantu. Untuk memakainya harus membeli pulsa listrik terlebih dahulu, sementara di sekitar sana tidak tersedia tempat penjualan pulsa listrik, apakah harus mengisi ke minimarket terlebih dahulu? Masih bagus kalau punya aplikasi mobile banking di smartphone.Tapi kalau low batt bagaimana? Terus pulsa sudah diisi, dan daya sudah diguanakann, kalau bersisa bagaimana? Apakah bisa dipindahkan saldo listriknya ke meteran di rumah?

Seharusnya SPLU ini seperti vending machine, masukkan uang atau tempel uang elektronik dan langsung bisa melakukan pengisian daya dan sisa saldo listrik bisa dipindahkan ke meteran lain.

Mudah-mudahan PLN memikirkan solusi hal-hal tersebut.

Layanan Angkutan Umum Jakarta

Dua tahun terakhir, saya lebih banyak menggunakan transportasi umum jika pergi ke kantor. Saya biasanya menggunakan moda transportasi commuter line (KRL), namun sekarang lebih sering naik Transjakarta (TJ/Busway). Dari rumah biasanya saya parkir di parkir vertikal halte busway Ragunan dan dilanjutkan dengan naik busway ke kantor. Kebetulan kantor saya tepat di depan halte busway.

Jka saya bandingkan, TJ jauh lebih nyaman daripada KRL. Naik TJ sekarang tidak perlu berdesak-desakan, armadanya baru dan banyak sehingga tidak perlu menunggu berlama-lama menunggu busway (saya tidak tahu jalaur TJ lain apakah sebaik ini). Jalur TJ dari Ragunan juga steril dari kendaraan lain, sehingga TJ tepat waktu dan tidak terganggu kemacetan. Dibandingkan KRL, gangguan pada TJ lebih jarang terjadi. Saya ingat beberapa tahun lalu naik KRL sering ada gangguan, sehingga KRL tertahan dalam waktu yang lama, desak-desakan yang luar biasa dan jadwal yang sering kurang tepat, belum lagi tapping exit stasiun yang antri nya panjang sekali.

Gangguan yang pernah saya alami di TJ adalah terlambatnya busway karena terjebak macet pembangunan underpass di Mampang dan pintu tapping entry error. Waktu kejadian tapping error, antrian mengular karena harus bayar tunai untuk masuk. Saya perhatikan TJ masih harus berbenah untuk memitigasi kejadian tidak terduga. Tidak hanya TJ, tapi seluruh angkutan ataupun fasilitas umum harus punya mitigasi terhadap risiko hal-hal yang tidak terduga, sehingga masalah dapat diatasi dengan smooth. Angkutan umum juga harus sering-sering melakukan survei kepuasan pelanggan sebagai input untuk peningkatan pelayanan.

Review : OneEighty Cafe Bandung

Cafe ini berlokasi di Jalan Ganesha, dekat kampus ITB. Seingat saya, waktu masih kuliah cafe ini adalah rumah tinggal. Halaman cafe ini cukup luas bisa menampung parkir beberapa mobil dan ada valet !!!. Valetnya tidak dipatok tarif. Jadi ketika datang kunci dititipkan ke security. Security akan mengatur dan memindahkan mobil tiap ada yang keluar atau masuk.

Yang unik dari cafe ini adalah table yang ada di dalam kolam yang dangkal. Saya pribadi tidak prefer duduk disana. Tidak nyaman juga duduk dalam waktu yang lama dengan kaki tercelup ke air. Saya memilih tempat duduk di lantai atas. Di atas ada stage untuk live music. Namun saat saya datang waktu jam makan siang, tidak ada live music.

Meja dalam Kolam

Makanan yang saya pesan waktu itu adalah beef steak dan minumannya mojitos. Menurut saya rasa makanannya enak, 3.5 of 5 kira-kira. Porsinya lumayan banyak jadi mengenyangkan untuk makan siang. Harga Beef steak sekitar 60 ribuan rupiah dan mojito sekitar 20 ribuan rupiah.

Mojito yang menyegarkan

Cafe ini recommended dan relaxing.

Cara Pin Up Aplikasi Chrome di Desktop & Taskbar Windows

Sehari-hari saya sering menggunakan aplikasi yang ada di chrome, misalnya google calendar. Dulu waktu whatsapp belum rilis aplikasi desktop, saya menggunakan aplikasi whatschrome yang tersedia chrome web store.

Namun tidak enaknya, mau pakai aplikasi chrome, harus buka browser google chrome terlebih dahulu. Ada trik supaya tidak harus buka browser terlebih dahulu, dengan cara membuat shortcut aplikasi di desktop dan taskbar.

Begini caranya :

  1. Install dulu aplikasi yang bersangkutan ddari webstore, misalnya google calendar.

chrome 1

2. Kemudian Klik Kanan pada Logo Google Calendar, dan pilih create shortcut

chrome 2

3. Centang “Desktop” jika ingin muncul di desktop dan centang “Start Menu”, jika ingin muncul di start menu

chrome 3

4. Di Windows Explorer, masuk ke folder desktop. Terlihat sudah ada shortcut di desktop.  Klik kanan dan pilih “Pin to Taskbar”.

chrome 5

5. Voila !!, Sekarang Google Caledar sudah muncul di Taskbar.

chrome 6

Hutan Akasia Terluas di Dunia

Beberapa hari yang lalu saya dan konsultan dalam perjalanan menuju daerah Peranap di Riau. Karena jalan lintas timur Sumatera sedang diperbaiki, Kami melewati rute alternatif. Untuk mempersingkat waktu kami mengambil jalan pintas yang melewati perkebunan akasia milik sebuah perusahaan swasta yang konon adalah penghasil pulp dan kertas yang terbesar dan tercanggih di dunia. Kertas yang diolah dari hutan akasia ini sudah diekspor hingga ke 70 negara.

Tak tanggung-tanggung luasnya area hutan produksi ini mencapai 1 juta hektare. Ya kurang lebih 17 kali luas wilayah provinsi DKI Jakarta, atau 14 kali luas wilayah negara Singapura. Estimasi saya ada sekitar 100 km lebih panjang jalan dalam perkebunan yang sangat luas ini.

Hutan disini terlihat cantik karena pepohonan tumbuh teratur. Yang menarik juga di dalam wilayah ini kerap dijumpai hewan dilindungi seperti gajah. Jika ada melihat pohon yang patah kemungkinan bekas dilewati gajah. Semoga saja keberadaan perkebunan tidak mengancam kelangsungan hidup satwa liar.

Fun Bike, Lelah tapi Menyenangkan

Kemarin saya ikut Fun Bike untuk memperingati Hari Listrik Nasional ke 72. Start dan Finish di kantor PLN TJBB di Gandul Depok. Start setengah 7 dan menempuh jarak 30 km. Ini kali pertama saya ikut. Rute nya menantang dengan banyak turunan dan tanjakan. Harus ekstra hati-hati. Agak kaget juga, apalagi sebenarnya saya bukan hobbyist sepeda, saya cuma biker keliling komplek sambil bonceng anak. Sepeda saya juga biasa saja dan helm minjam teman..hehe. Tapi alhamdulillah finish juga. Kaki pegal-pegal terasa sampai sekarang. Sempat juga narsis lewat drone teman saya Adnan.

Berikut rute yang direkam oleh teman saya Angga, lewat aplikasi strava dab relive di smartphone nya Finisher PLN Batubara