Berkeliling Dengan Sepeda

Masa kecil saya, setidaknya hingga SMA, selalu diisi dengan kegiatan bermain di sore hari. Banyak yang bisa dilakukan dulu, bermain sepeda, berenang, bermain layangan atau pun bermain sepakbola. Masa yang membahagiakan. Sejak bekerja dan tinggal di Jakarta, saya jarang merasakan lagi masa-masa bermain, yang ada hanyalah jalan-jalan keluar ke mall dan makan di luar bersama keluarga, atau sesekali berliburan keluar kota. Jakarta memang minim ruang terbuka dan hijau yang gratis, jangankan gratis yang bayar saja tidak banyak.

Sejak saya memutuskan membeli sepeda, saya merasakan suasana bermain seperti dulu. Saya membeli sepeda yang tidak terlalu mahal, yang penting cukup nyaman saya gunakan berkeliling di akhir pekan. Ya saya memang dari dulu bukan hobbyist sepeda, saya tidak mengikuti perkembangan teknologi sepeda, apalagi ikut klub sepeda. Seperti teman kantor saya yang tiap akhir pekan menyewa mobil pickup atau angkot ke atas bukit di Sentul, kemudian bersepeda down hill.

Mengendarai sepeda dengan santai, saya bisa menikmati lingkungan sekitar tempat tinggal, yang selama ini jarang saya perhatikan. Saya tinggal di Depok, di belakang Universitas Indonesia. Berbatasan dekat dengan daerah Jakarta Selatan. Relatif dekat ke kantor saya di sekitar Jakarta Selatan. Suasana tempat tinggal saya masih asri, masih banyak pepohonan, dan masih banyak ruang terbuka. Jalanannya juga tidak terlalu ramai, sehingga menyenangkan untuk bersepeda. Saya membagi menjadi 4 rute bersepeda saya, Rute ke arah Barat menuju daerah Tanah Baru dan Jagakarsa. Rute ini kurang begitu menarik bagi saya, karena kendaraan dan angkot cukup banyak. Dibanding ke arah Barat rute bersepeda ke Timur lebih agak nyaman, di dalam lingkungan Universitas Indonesia. Rute ke Utara ke arah Srengseng Sawah atau sekitaran Kukusan bagus untuk berburu kuliner. Rute favorit saya akhir-akhir ini ke arah Selatan ke arah Beji Timur, suasananya tenang dan meyenangkan. Melihat inspirasi arstitektur rumah, atau jalan-jalan melihat sepakbola Tarkam. Kelurahan Beji timur punya lapangan sepakbola yang rapi dan terawat. Sebenarnya di sekitar Kelurahan Kukusan juga ada lapangan. Namuan kualitas rumputnya tidak sebagus di Beji Timur.

WhatsApp Image 2017-04-17 at 9.37.14 AM
Nonton Tarkam di Beji Timur

Long weekend lalu saya dua hari menikmati pertandingan tarkam di lapangan Beji Timur. Sebenarnya pertandingan berlangsung Jumat, Sabtu dan Minggu. Namun karena Sabtu mendung saya hanya menonton 2 hari. Penonton selalu cukup ramai. Rata-rata naik motor. Yang menonton dari anak-anak hingga orang tua. Yang saya perhatikan di lingkungan saya tinggal suasananya masih kekeluargaan. Orang-orang masih saling mengenal. Ada yang tadinya hanya lewat, berhenti dan ikut menonton karena melihat tetangga yang sedang menonton. Lingkungan yang menyenangkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s