Membaca dan Literasi

Salah satu hobby saya adalah membaca. Saya mulai keranjingan membaca bahkan sebelum masuk TK. Sejak umur 3-4 tahun, orang tua saya sering membelikan majalah anak-anak, walhasil saat TK saya sudah mulai membaca koran. Aneh sih anak TK baca koran hehehe. Namun sayang nya hobi baca saya ini terkendala susah nya mencari buku-buku terbaru dan berkualitas, karena saya tinggal di kota kecil. Untuk membeli buku harus ke ibukota provinsi. Perpustakaan juga koleksi buku nya terbatas dan sudah lama, rata-rata buku terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Akhirnya saya lebih sering membaca koran dan majalah ataupun ke tempat penyewaan komik.

82913915

Saya bersekolah SMA di kota lain dan tinggal di asrama. SMA ini adalah SMA unggulan provinsi yang dibentuk pemerintah, namun lagi-lagi minim koleksi buku. Jangankan buku, majalah dan koran saja tidak ada. Untungnya ada perpustakaan M. Nur Idris di Padangpanjang yang koleksi nya lumayan. Tempatnya berbentuk seperti rumah tua yang ukurannya tidak terlalu besar, namun sejuk dan asri. Dalam biografinya, Hamka sering membolos sekolah dan membaca buku di bibiliotek ini. Walaupun sebenarnya kurang lengkap, tapi masih dapat memenuhi dahaga ingin membaca. Dulu saya berjalan sekitar 4-5 km menuju kesana..wow.. wajar saja dulu saya ceking hehe. Saya sering membaca novel, majalah dan buku sains populer.

Kemudian ketika berkuliah di Bandung, saya malah tidak rajin membaca, yang dibaca hanya slide kuliah. Lebih sering bermain. Padahal sumber bacaan ada dimana-mana. Bahkan di internet pun bisa mendownload e-book. Namun ketimbang membaca, saya lebih sering berjejaring di friendster atau ngobrol di milis (sekarang dua-duanya sudah kuno). Kebiasaan membaca di social media sering membuat saya malas membaca tulisan yang panjang, apalagi buku. Setelah bekerja saya mulai hobi membaca lagi, apalagi istri saya juga suka membaca. Kita sering jalan-jalan ke toko buku dan membeli buku.

Membaca buku adalah hal yang jauh menyenangkan bagi saya daripada membaca berita-berita atau artikel di sosial media. Lebih menenangkan dan tentunya menambah ilmu. Saat ini saya sedang suka sekali membaca buku sebelum tidur, anak saya pun suka membaca buku sebelum tidur. Untuk anak 3 tahun koleksi buku nya banyak. Bahkan kalau sekarang di toko buku, dia sudah memilih buku pilihannya sendiri. Walaupun belum bisa membaca, anak saya bisa menceritakan kembali isi buku dari apa yang didengarnya.

Selain menyenangkan dan menenangkan, membaca itu penting. Ayat pertama alquran itu adalah perintah membaca. Saya pernah baca tweets seorang jurnalis di twitter yang isinya kurang lebih begini, “Kurangnya minat baca biasanya berbanding lurus dengan meningkatnya minat berkomentar”. Ini adalah sindiran bagi orang-orang yang suka berkomentar terlebih dahulu tanpa membaca atau mengkroscek lebih dalam.

infografis-literasi-baca

Salah satu Kunci kemajuan pemikiran dan kemajuan peradaban adalah literasi. Indonesia adalah negara yang masih tertinggal dalam hal literasi. Anak-anak di Amerika membaca minimal 32 buku per tahun, di Singapura minimal 12 buku per tahun, Indonesia hanya 0 buku per tahun. Buku yang dimaksud disini adalah karya literatur, tidak termasuk komik dan majalah. Hasil penelitian UNESCO pun demikian, kita negara dengan tingkat literasi terendah di ASEAN.

Semoga kedepannya orang Indonesia lebih gemar membaca.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s