nge blog terus berhenti, terus nge blog lagi

Saya ingat pertama kali nge blog adalah waktu masih awal-awal kuliah, sekitar tahun 2005/2006. Saya memang suka menulis, terkadang saya juga menulis di mailing list teman-teman SMA. Saya selalu berusaha membuat cerita yang lucu, dan saya sangat senang banyak yang me reply. Kemudian saya berkenalan dengan blog. Saya mencoba blog karena saya memang tertarik dengan dunia journalism. Saya mencoba banyak provider buat ngeblog, tapi akhirnya kebingungan mau nulis apa, dan pada akhirnya saya memutuskan untuk menulis di satu blog saja. Awalnya saya enjoy menulis, karena waktu kuliah saya sering membawa laptop ke kampus, mencari koneksi wireless. Kampus saya, ITB memang menyediakan fasilitas akses internet yang bagus untuk mahasiswa. Sampai tahun 2007 saya masih menulis di blog, kemudian tiba-tiba berhenti. Saya lupa penyebabnya, entah itu karena sibuk atau apa…kemudian awal tahun 2009 saya mulai mencoba menulis di blog ini, saya sempat mempost sekitar 10 post, tapi sama seperti yang lalu, saya tidak lagi menulis di blog sejak setahun yang lalu. Waktu saya mengecek blog saya, terakhir kali postingannya bulan Juni tahun 2009, sudah lama sekali. Sekarang bulan Juni tahun 2010, saya mulai menulis lagi, sekarang saya menulis di dua blog yaitu di blog saya berdua dengan pacar: wilimili.wordpress.com, dan blog saya sendiri http://www.willyahendra.wordpress.com. Alasan saya menulis, ya sebagai penyaluran hobi menulis dan menulis catatan perjalan hidup saya,mungkin bisa jadi pelajaran di masa yang akan datang.

Advertisements

TA, facebook, YM, twitter, blog dan SMS

gambar diambil dari newsweek
gambar diambil dari newsweek

Sesuai dengan tag line diatas begitulah hidup saya akhir2 ini. Support dari orang terdekat dan keluarga, membuat saya semakin bersemangat.Kejenuhan TA diisi dengan facebook, twitter, YM, blog dan SMS 😛

incubus yeaahh

band kesukaan saya
band kesukaan saya

sudah lama, band g ini terdaftar di song playlist sayah..
and now they are back.
Saya suka incubus dari waktu kelas 2 smp hingga sekarang..musiknya variatif ada unsur funk, fusion, techno, electric, vibe,dll.
Mendengarkan tiap2 lagu incubus, punya sense yang berbeda, mulai dari yang meledak2 seperti anna molly, cozy seperti are you in, summer romance yang groovy, hingga melancholic seperti i miss you..

>>I’m a huge fans of incubus…anda?

Seorang teman saya, yang baik, independen, dan sedikit waham, mengatakan saya, mempunyai beberapa alter ego: cewe, anak SD dan korban iklan, intinya saya adalah seorang cengeng dan kekanak2an. hahaha

Saya memaklumi hal itu, dan itu tidak sepenuhnya salah,dan juga tidak sepenuhnya benar.

Sejak hampir menganggur (hanya mengerjakan TA), saya mulai cari2 kesibukan, sok-sok sibuk. Kesibukan yang pertama adalah ngeblog, ntar kalo bosan ngeblog, fesbuk lagi, terus game..Itulah kegiatan semi pengangguran seperti saya, dan beriterasi tiap hari..

Sebenarnya pengen baca buku, tapi lagi bokek..Wong dari tadi belum makan.

Harusnya ada yang perpustakaan seperti yang diceritakan Pak Budi Rahardjo di blognya yang terkenal itu…

Hmmm (mulai deh, daydreaming) 🙂

It’s Scarily Accurate

Dapet dari milis. Sebenarnya saya dari dulu, g penah percaya, dengan yang namanya zodiak, tapi iseng2 buka attachment filenya, terus baca, eh ternyata deskripsi ttg seorang pria zodiak Aquarius 98% cocok dengan kepribadian saya. Kepribadian saya seolah2 dibongkar…
😛

Aquarius
Jan 20 – Feb 18

AQUARIUS MAN
Hot-hearted man who likes to do thing his way. He can suddenly decide to do something without thinking of it’s outcome. He is the type of guy with an inside energizer, so if you fall in love with this type of guy be “patient”, even if you have to follow him a bit. His creative mind could create fantastic idea any time. If you do not understand or can not follow him, you won’t be with him for long.
A man in this Zodiac will less likely to have a pale skin, and if he has a scar, it would be on his face or on his head. He moves very fast and very energetic, and he has a very self confident in himself. He is not the type to sit down and feel sorry or regret anything for long, especially with “Love”. He loves justice. He dares to show his opinion or even argue about certain subject even he knows it might bring him problems. A straight forward type of guy.

He hardly lies except if he think it is necessary and he is not a good liar anyway. He will not lie to you about serious matter, but if he lie he will lie only a small little thing. He is gifted with the ability to be a very social person. He could talk even about subject that he has no knowledge of.
He interests only at the present time and look at the world positively. Many times he feels hurt because of reality, but he will not run away and he will overcome that difficulty.

Even he is a high and self confident type and center his own thought as a main focus, but at the same time he is a kind, cute and polite guy. He certainly is not a mean person. He likes to help people who are in troubles even he is not asked to. He is the type who feels sorry if you remember bad things he said to you that he had already forgotten,but you did not. Belief him that he is very sorry and give him another chance.

Once he decides to do something, he will put all his mind and energy in it either in his “Work”, or “Love”. He is the type who gamble anything in the casino, so do not even take him there. He does not like pessimistic, low energy, and depress person, especially no brain. Strangely he like to overpowered this type of people to assure that he is more superior.

He like to be the first person to do something. You can see sparkling in his eyes, once he meet a new target or new lover. Once he is in love, he will act as if he never has love like this before. This minute he could be real sugar sweet, and later he could also be an icy cold, but do not blame him for that will only chase him away. He could fall in love again with another girl and act again like he never has this kind of love before.He could
really love someone, but not a heart broken type for he thinks love is “excitement” and “Love goes on”.

If you date this kind of guy, do not or avoid showing your face to him with face pack, face mask, always be presentable, nice and cute. If he is quiet not because he is shy, but he is only quietly thinking. If you have a chance to ask his X-girlfriend, she will tell you that he is not a shy or quiet type. If he is really and truly in love with you, he will never lie to you at all. How do you know if he loves you, bet on your faith! Love him and treat him steadily and do not try to find anything to argue with him, he will be with you for sure.

If you are his lover or girlfriend and need to tell him something, go and say it out loud and straight forward because he hate long boring story. He hate to play games, chasing for love or being chased, so let him call you first. He likes a confident woman who also a good follower. If he gets mad at you, let him be for only a short time he will be normal again. You have to like and be able to get along with his friends, but he does not have to do so with all your friends.

Don’t ever think you could make him jealous by flirting with other man, he will just leave instead of making a scene because he is a confident man and has to be the first in everything.

Tradisi Uang Jemputan, Menunjukkan Betapa Concernnya Ninik Mamak Terhadap Masalah “Gadih Gadang Indak Balaki”

Kemaren seorang teman saya yang baik, calon dokter, menanyakan tentang uang jemputan kepada saya. Sebagai orang Pariaman seharusnya saya mengetahuinya. Tapi karena tidak pernah berdomisili di Pariaman dan jarang ke Pariaman, saya tidak bisa menjawabnya dengan baik. Dan akhirnya saya mendapatkan tulisan ini.. Bagaimana (calon) ibu dokter ? Cukup menjawab bukan?

Riwayat Tradisi Uang Jemputan

Oleh : Arman Bahar Malin Bandaro

Bedakah masing-masing UANG JEMPUTAN – UANG HILANG ? Umumnya masyarakat yang awam tentang kedua istilah ini menyamakan saja antara “Uang Jemputan ” dengan “Uang Hilang”. Padahal tidak semua orang Pariaman mengerti tentang masalah ini. Di milist RantauNet justru Mak Syamsir Alam yang bukan “Ughang Piaman” lah yang telah menjelaskan dengan tepat dan lugas bahwa tradisi uang jemputan yang hangat di diskusikan di milist itu sebenarnya malah bukan pada lingkup uang jemputan tetapi sebenarnya adalah masuk kedalam ranah “Uang Hilang” dan “Uang Dapua” atau “Uang Asok” . Uang ini benar benar hilang atau tidak akan dikembalikan kepada fihak keluarga anak daro.

Pada awalnya uang jemputan ini berlaku bagi calon menantu yang hanya bergelar Sutan, Bagindo dan Sidi dimana ketiga gelar ini diwariskan menurut nasab atau garis keturunan ayah atau patriachat.

Dengan demikian di Pariaman berlaku 2 macam gelar, yaitu

– yang satu gelar dari ayah

– yang satu lagi gelar dari mamak,

hanya saja gelar dari Mamak, terpakai adalah gelar Datuak dan gelar Malin saja, misalnya dapat kita contohkan pada seorang tokoh minang yang berasal dari Pariaman, yaitu Bapak Harun Zein (Mantan Mentri Agraria dan Gubernur Sumbar). Beliau mendapat gelar Sidi dari ayahnya dan mendapat gelar Datuak Sinaro dari Ninik Mamaknya. Sehingga lengkaplah nama beliau berikut gelarnya Prof. Drs. Sidi Harun Alrasyid Zein Datuak Sinaro (dari persukuan Piliang) .

Lantas siapakah mereka pemegang gelar yang 3 itu?

· Gelar Sutan dipakaikan kepada mereka yang bernasab kepada petinggi atau bangsawan Istano Pagaruyuang yang ditugaskan sebagai wakil raja di Rantau Pasisia Piaman Laweh. Ingat konsep luhak ba-panghulu – Rantau ba Rajo, seperti :

– Rajo Nan Tongga di Kampuang Gadang Pariaman,

– Rajo Rangkayo Basa 2×11 6 Lingkuang di Pakandangan,

– Rajo Sutan Sailan VII Koto Sungai Sariak di Ampalu,

– Rajo Rangkayo Ganto Suaro Kampuang Dalam,

– Rajo Tiku di Tiku dll

· Gelar Bagindo dipakaikan kepada mereka yang bernasab kepada para Petinggi Aceh yang bertugas didaerah Pariaman. Ingatlah bahwa wilayah Pariaman – Tiku pernah dikuasai oleh kerajaan Aceh dizaman kejayaan Sultan Iskandar Muda.

· Gelar Sidi diberikan kepada mereka2 yang bernasab kepada kaum ulama (syayyid), yaitu penyebar agama Islam didaerah Pariaman

Pemakaian gelar tunggal ini langsung di-ikuti dengan nama-nama, misalnya Sutan Arman Bahar atau Bagindo Arman Bahar atau Sidi Arman Bahar. Sedangkan gelar dari Mamak yang bukan gelar Datuak – akan ditaruh dibelakang nama, seperti : Sutan Sinaro, Sutan Batuah, Sutan Sati tidak lazim dipakai di Pariaman kecuali gelar Malin. Seperti Arman Bahar Malin Bandaro ada juga terpakai

Seperti yang dikatakan Mamak – mamak juga ; “ tabu manih ka-pucuak “, artinya banyak adat Minangkabau yang dipegang teguh di di Pariaman. Sementara di Luhak nan 3 tidak menjadi fokus lagi , seperti diantaranya : adat yang manyatakan “rumah gadang ka-tirisan, gadih gadang indak balaki dan maik tabujua ditangah rumah. Indak kayu janjang dikapiang. indak ameh bungkah di-asah, maka yang sering menonjol di Pariaman adalah issue “Gadih Gadang Indak Balaki” . Sehingga para Ninik Mamak orang Pariaman sangat concern untuk menyelesaikan masalah yang satu ini.

Seperti saya yang “ berbako ka-Luhak Agam “, banyak saya jumpai kasus “ gadih gadang indak balaki (perawan tua). Pada hal mereka mempunyai Ninik Mamak secara lengkap – hal mana yang tidak akan kita jumpai di Pariaman

Saking pedulinya para Ninik Mamak di Pariaman terhadap isu gadih gadang indak balaki ini, maka sesuai teori ekonomi demand curve menaik se-iring meningkatnya tingkat permintaan hingga pada suatu saat terjadi penurunan tingkat suplai anak bujang mapan. Akibatnya merusak titik ekuilibrium dan memunculkan kolusi ( dalam artian persaingan yang positif). Artinya pihak keluarga anak gadis – siap sedia memberikan kompensasi berapapun nilainya – asal anak gadisnya menikah dan mendapatkan suami.

Dari sinilah munculnya Uang Hilang yang dalam prakteknya sama- dijalankan dengan uang jemputan. Pengertian uang jemputan adalah Nilai tertentu yang akan dikembalikan kemduian kepada keluarga pengantin wanita – pada saat setelah dilakukan acara pernikahan. Pihak Pengantin Pria akan mengembalikan dalam bentuk pemberian berupa emas yang nilainya setara dengan nilai yang diberikan oleh keluarga Pihak Pengantin Wanita sebelumnya kepada keluarga Pengantin Pria. Biasanya pemberian ini dilakukan oleh keluarga pengantin pria (marapulai) ketika pengantin wanita (Anak Daro) berkunjung atau Batandang ka rumah Mintuo. Bahkan pemberian itu melebih nilai yang diterima oleh pihak Marapulai sebelumnya – karena ini menyangkut menyangkut gensi keluarga marapulai itu sendiri.

Karena dalam prakteknya uang hilang dan uang jemputan dilakukan sejalan / bersamaan, maka yang ke sohor adalah “UANG JEMPUTAN” . Padahal yang dipermasalahkan dan keberatan pihak keluarga pengantian wanita adalah munculnya “ UANG HILANG atau UANG DAPUR atau uang asok.

Uang Jemputan ini sebenarnya adalah uang kontribusi dan uang distribusi. Artinya bagi yang menerima uang jemputan semestinya ia harus mengembalikan kepada pihak pengantin wanita/anak daro. Sementara UANG HILANG atau UANG DAPUR merupakan uang kompensasi sesuai dengan kesepakatan kedua keluarga.

Semuanya jika tidak ada permusyawarahan antara para ninik mamak dan kesepakatan diantara dua keluarga. Keboleh jadian bahwa perkawinan tidak akan berlangsung bila pihak keluarga wanita tidak menyetujui.

Kesimpulannya uang jemputan tidak sama dengan uang hilang. Uang jemputan memiliki kewajiban dari keluarga marapulai untuk mengembalikan kepada anak daro dalam bentuk perhiasan atau pemberian lainnya pada saat dilangsungkan acara Manjalan Karumah Mintuo

Soal ada yang menyatakan pemberian uang jemputan berasal tradisi ini berasal India, sebenarnya tidak demikian. Pernyataan ini sangat meragukan karena tidak ada jejak sejarah yang tersebut bahwa bangsa India mendiami pesisir pantai Pariaman dan Tiku. Kita tahu bahwa bangsa India pun beraneka suku seperti : orang-orang Hindustan, atau orang Keling.

Yang pernah ada di Pariaman adalah orang Benggala alias Orang Keling karena terdapat jejak peninggalan mereka dalam wujud “ Kampuang Kaliang” disamping itu ada pula “ Kampuang Cino”. Walaupun sudah tidak adalagi orang Chinanya, karena takut sesudah peristiwa huru hara di Kampuang Cino kota Pariaman zaman doeloe. Selain itu adapula kampuang Jao – walau tidak adalagi orang Jawa-nya disana.

Hal yang wajar – bila ada kekhawatiran kaum ibu orang Pariaman, jika anak lelakinya yang diharapkan akan menjadi tulang punggung keluarga ibunya – kemudian setelah menikah lupa dengan NASIB DAN PARASAIAN ibu dan adik-adiknya. Banyak kasus yang terdengar walau tidak tercatat – ketika telah menjadi “ orang Sumando” dikeluarga isterinya – telah lalai untuk tetap berbakti kepada orang tua dan saudara kandungnya. Ketika sang Bunda masih belum puas menikmati rezeki yang diperoleh anak lelakinya itu – menjadikan para kaum ibu di Pariaman keberatan melepas anak lelakinya segera menikah. Dikawatirkan bila anak lelakinya itu cepat menikah, maka pupus harapannya menikmati hasil jerih payahnya dalam membesarkan anak lelakinya itu. Lagi pula para kaum ibu itupun sadar bahwa tanggung jawab anak lelakinya yang sudah menikah, akan beralih kepada isteri dan anaknya.

Ketika datang desakan dari pihak gadis dan tiap sebentar datang “ maresek” – marisiak “ sesuai tradisi yang berlaku di daerah itu, maka posisi anak bujang itu menjadi begitu berarti. Bahkan agak terkesan memaksakan kehendak jika tidak dikatakan “merongrong” dari berbagai fihak keluarga gadis yang ingin bemenantukan anaknya. Hal yang lumrah pula bila suatu keluarga menginginkan anak gadis mereka cepat menikah – sebelum datang tudingan perawan tua bagi seorang anak gadis. Sebaliknya seorang Ibu yang mempunyai anak bujang yang sudah mapan kehidupannya – tentu ia akan meneriman tawaran menggiurkan berupa UANG HILANG atau apapun istilahnya dari fihak keluarga gadis.

Sebagaimana telah diuraikan terdahulu, ketika orang yang datang “ maresek – marisiak “, maka ketika itu sesuai teori ekonomi demand curve menaik se-iring meningkatnya tingkat permintaan – terjadilah tawar menawar. Bargaining power akan lebih kuat bila sang ibu pihak lelaki mempunyai anak yang mapan seperti dokter, saudagar sukses, insinyur chevron bahkan bergelar Sidi pula lagi

Keluarga mana yang tidak ingin anak gadisnya akan hidup tenang dengan calon suami yang keren – mapan begitu. Jadilah pepatah yang berbunyi “ indak ameh bungkah di-asah, indak kayu janjang dikapiang” asal anak gadisnya mendapatkan anak bujang yang sudah mapan hidupnya. Para Gadis tentunya akan senang bersuamikan dokter atau insinyur chevron yang gajinya besar itu

Disini kita lihat betapa pedulinya Para Mamak orang Pariaman untuk masalah yang satu ini, dalam rangka menghindari Gadih Gadang Indak Balaki alias perawan tua.

Mohon maaf kalau tidak sepenuhnya benar,

wasalam Arman Samudra-57