Arts 4 the Alley (via CW McDonald Photography)

it was great job and nice photography and it looks so natural.

Arts 4 the Alley A last minute Photography Club meet up was held at the Alley of Light.  A community event called Art 4 the Alley was going on today.  It was a day of painting and entertainment.  I hung around for the painting and stopped by later to see all the finished works of art.   It was unfortunate that I could not stay for the entertainment. Who painted these pieces of art you may ask?  – Anyone who walked by and felt like painting.   There was some beaut … Read More

via CW McDonald Photography

Advertisements

Klasifikasi Blog

Jadi sekarang saya telah dapat mengklasifikan blog saya menjadi tiga blog (currently active) yang pertama di wordpress (ajo piaman dan willyahendra) isinya berupa opini dan yang serius-serius, yang kedua blog saya di tumblr yang isinya lebih ke arah seni grafis, fotografi, quote dan posting singkat (setidaknya lebih panjang daripada twitter), dan yang ketiga adalah blog saya di blogspot yang isinya postingan spontan dan angin-anginan dan lebih mirip diary.hehe sebenarnya sebelumnya saya sudah membuka account dibanyak blog seperti live journal, multiply (sebelum sekarang menjadi situs e-commerce), etc.
Nanti saya juga bisa mengamati, dari ketiga blog tadi mana yang paling banyak posting nya, itulah yang mencerminkan isi tulisan saya kebanyakan, apakah isinya yang serius atau seni dan tulisan ringan ataupun lebih mirip diary.

wordpress vs tumblr

sudah lama tdk posting d wordpress.biasanya skrang posting d tumblr.tp sbnarnya wp lbh canggih punya versi mobile dan visibilitas d search engine lebih tinggi.kelebihan tumblr adlah tmpilanya yg lbh menarik dan trkesan lebih muda.tp saya suka keduanya.

Takeshi Okada, from zero to hero

Takeshi Okada, pria asal Osaka,Jepang, berusia 54 tahun, sempat mejadi bahan cemoohan media Jepang. Okada menjadi olok-olokan oleh media Jepan ketika dia menargetkan anak asuhannya mencapai semifinal di World Cup 2010 Afrika Selatan. Bahkan, Tatsuhito Kaneko, seorang kolumnis media olahraga Jepang “Sports Nippon” mengejek Okada dengan mengatakan “..Membawa tim Jepang lolos hingga babak semifinal, sama saja dengan menyuruh para pemain tim nasional terbang ke bulan..”

Mantan Pelatih Jepang pada World Cup 2002, Philippe Toussier sempat berujar,” Dia (Okada) menginginkan pemainnya bermain dengan cantik layaknya Spanyol ataupun tim samba Brazil, namun skill dan kapasitas pemainnya belum selevel dengan pemain dari Spanyol dan Brazil, “Japan still had the “same stupid mentality” that it had under Okada in 1998, Troussier told Reuters in May, adding, “Okada has confusion in his head.”

Okada tidak bergeming sedikitpun terhadap cemoohan media dan publik di Jepang. DIa lebih memilih untuk tetap fokus dan berjalan, untuk mencapai target yang dia inginkan. Okada terinspirasi dari keberhasilan Korea menembus babak semifinal pada World Cup 2002. “..Jika Korea bisa melakukannya, mengapa Jepang tidak…?”. Okada pun sempat berkata kepada jurnalis “ Jika saya tidak menetapkan target hingga babak semifinal, para pemain tdak akan termotivasi..”

Jepang memang pernah dilatih oleh Okada pada World Cup 1998, namun Jepang langsung tersingkir di babak penyisihan grup. Pada saat World Cup 2002 yang diadakan di Jepang dan Korea, Jepang dibawah Philippe Troussier tampil lebih baik hingga menembus babak perdelapan final. Tapi sejak itu Jepang tidak pernah menang lagi di luar tanah mereka.

Pada World Cup 2010 di Afrika Selatan kali ini, Okada telah membuktikan setengah dari ucapannya. Dia berhasil membawa Jepang lolos ke babak perdelapan final dan dia berhasil mengukir rekor, membawa tim Jepang menang di luar kandang. Ushiki Sokichiro, sorang jurnalis yang betugas meliput world cup untuk harian Yomiuri Shimbun mengatakan “ Dia dulu dibenci dan dicemooh di Tokyo , tapi sekarang dia sangat populer. Berkat kerja kerasnya, Okada berhasil membawa Jepang lolos ke babak perdelapan final setelah kemenangan mengesankan melawan Denmark dengan skor meyakinkan 3-1, selain itu Jepang juga menumbangkan wakil Afrika, Kamerun dengan skor 1-0, dan hanya menderita satu kekalahan dari sang juara grup Belanda.

Banyak kritikus yang akhirnya harus menjilat ludah. Arsene Wenger pelatih Arsenal menyebut Jepang sebagai klub “kelas ringan”. Sebelum turnamen World Cup, dalam sebuah makan malam dengan Okada di bulan April, Wenger mengatakan pada Okada “ Jika kamu (Okada) berhasil lolos dari grup ini, orang-orang perlu membuatkan patung dirimu di tengah-tengah kota Tokyo..

Mungkin, ini saatnya menyewa seorang pemahat patung…

dari : new york times dan wikipedia

Takeshi Okada, from zero to hero

Takeshi Okada, pria asal Osaka,Jepang, berusia 54 tahun, sempat mejadi bahan cemoohan media Jepang. Okada menjadi olok-olokan oleh media Jepan ketika dia menargetkan anak asuhannya mencapai semifinal di World Cup 2010 Afrika Selatan. Bahkan, Tatsuhito Kaneko, seorang kolumnis media olahraga Jepang “Sports Nippon” mengejek Okada dengan mengatakan “..Membawa tim Jepang lolos hingga babak semifinal, sama saja dengan menyuruh para pemain tim nasional terbang ke bulan..”

Mantan Pelatih Jepang pada World Cup 2002, Philippe Toussier sempat berujar,” Dia (Okada) menginginkan pemainnya bermain dengan cantik layaknya Spanyol ataupun tim samba Brazil, namun skill dan kapasitas pemainnya belum selevel dengan pemain dari Spanyol dan Brazil, “Japan still had the “same stupid mentality” that it had under Okada in 1998, Troussier told Reuters in May, adding, “Okada has confusion in his head.”

Okada tidak bergeming sedikitpun terhadap cemoohan media dan publik di Jepang. DIa lebih memilih untuk tetap fokus dan berjalan, untuk mencapai target yang dia inginkan. Okada terinspirasi dari keberhasilan Korea menembus babak semifinal pada World Cup 2002. “..Jika Korea bisa melakukannya, mengapa Jepang tidak…?”. Okada pun sempat berkata kepada jurnalis “ Jika saya tidak menetapkan target hingga babak semifinal, para pemain tdak akan termotivasi..”

Jepang memang pernah dilatih oleh Okada pada World Cup 1998, namun Jepang langsung tersingkir di babak penyisihan grup. Pada saat World Cup 2002 yang diadakan di Jepang dan Korea, Jepang dibawah Philippe Troussier tampil lebih baik hingga menembus babak perdelapan final. Tapi sejak itu Jepang tidak pernah menang lagi di luar tanah mereka.

Pada World Cup 2010 di Afrika Selatan kali ini, Okada telah membuktikan setengah dari ucapannya. Dia berhasil membawa Jepang lolos ke babak perdelapan final dan dia berhasil mengukir rekor, membawa tim Jepang menang di luar kandang. Ushiki Sokichiro, sorang jurnalis yang betugas meliput world cup untuk harian Yomiuri Shimbun mengatakan “ Dia dulu dibenci dan dicemooh di Tokyo , tapi sekarang dia sangat populer. Berkat kerja kerasnya, Okada berhasil membawa Jepang lolos ke babak perdelapan final setelah kemenangan mengesankan melawan Denmark dengan skor meyakinkan 3-1, selain itu Jepang juga menumbangkan wakil Afrika, Kamerun dengan skor 1-0, dan hanya menderita satu kekalahan dari sang juara grup Belanda.

Banyak kritikus yang akhirnya harus menjilat ludah. Arsene Wenger pelatih Arsenal menyebut Jepang sebagai klub “kelas ringan”. Sebelum turnamen World Cup, dalam sebuah makan malam dengan Okada di bulan April, Wenger mengatakan pada Okada “ Jika kamu (Okada) berhasil lolos dari grup ini, orang-orang perlu membuatkan patung dirimu di tengah-tengah kota Tokyo..

Mungkin, ini saatnya menyewa seorang pemahat patung…

nge blog terus berhenti, terus nge blog lagi

Saya ingat pertama kali nge blog adalah waktu masih awal-awal kuliah, sekitar tahun 2005/2006. Saya memang suka menulis, terkadang saya juga menulis di mailing list teman-teman SMA. Saya selalu berusaha membuat cerita yang lucu, dan saya sangat senang banyak yang me reply. Kemudian saya berkenalan dengan blog. Saya mencoba blog karena saya memang tertarik dengan dunia journalism. Saya mencoba banyak provider buat ngeblog, tapi akhirnya kebingungan mau nulis apa, dan pada akhirnya saya memutuskan untuk menulis di satu blog saja. Awalnya saya enjoy menulis, karena waktu kuliah saya sering membawa laptop ke kampus, mencari koneksi wireless. Kampus saya, ITB memang menyediakan fasilitas akses internet yang bagus untuk mahasiswa. Sampai tahun 2007 saya masih menulis di blog, kemudian tiba-tiba berhenti. Saya lupa penyebabnya, entah itu karena sibuk atau apa…kemudian awal tahun 2009 saya mulai mencoba menulis di blog ini, saya sempat mempost sekitar 10 post, tapi sama seperti yang lalu, saya tidak lagi menulis di blog sejak setahun yang lalu. Waktu saya mengecek blog saya, terakhir kali postingannya bulan Juni tahun 2009, sudah lama sekali. Sekarang bulan Juni tahun 2010, saya mulai menulis lagi, sekarang saya menulis di dua blog yaitu di blog saya berdua dengan pacar: wilimili.wordpress.com, dan blog saya sendiri http://www.willyahendra.wordpress.com. Alasan saya menulis, ya sebagai penyaluran hobi menulis dan menulis catatan perjalan hidup saya,mungkin bisa jadi pelajaran di masa yang akan datang.