Review : OneEighty Cafe Bandung

Cafe ini berlokasi di Jalan Ganesha, dekat kampus ITB. Seingat saya, waktu masih kuliah cafe ini adalah rumah tinggal. Halaman cafe ini cukup luas bisa menampung parkir beberapa mobil dan ada valet !!!. Valetnya tidak dipatok tarif. Jadi ketika datang kunci dititipkan ke security. Security akan mengatur dan memindahkan mobil tiap ada yang keluar atau masuk.

Yang unik dari cafe ini adalah table yang ada di dalam kolam yang dangkal. Saya pribadi tidak prefer duduk disana. Tidak nyaman juga duduk dalam waktu yang lama dengan kaki tercelup ke air. Saya memilih tempat duduk di lantai atas. Di atas ada stage untuk live music. Namun saat saya datang waktu jam makan siang, tidak ada live music.

Meja dalam Kolam

Makanan yang saya pesan waktu itu adalah beef steak dan minumannya mojitos. Menurut saya rasa makanannya enak, 3.5 of 5 kira-kira. Porsinya lumayan banyak jadi mengenyangkan untuk makan siang. Harga Beef steak sekitar 60 ribuan rupiah dan mojito sekitar 20 ribuan rupiah.

Mojito yang menyegarkan

Cafe ini recommended dan relaxing.

Advertisements

Cara Pin Up Aplikasi Chrome di Desktop & Taskbar Windows

Sehari-hari saya sering menggunakan aplikasi yang ada di chrome, misalnya google calendar. Dulu waktu whatsapp belum rilis aplikasi desktop, saya menggunakan aplikasi whatschrome yang tersedia chrome web store.

Namun tidak enaknya, mau pakai aplikasi chrome, harus buka browser google chrome terlebih dahulu. Ada trik supaya tidak harus buka browser terlebih dahulu, dengan cara membuat shortcut aplikasi di desktop dan taskbar.

Begini caranya :

  1. Install dulu aplikasi yang bersangkutan ddari webstore, misalnya google calendar.

chrome 1

2. Kemudian Klik Kanan pada Logo Google Calendar, dan pilih create shortcut

chrome 2

3. Centang “Desktop” jika ingin muncul di desktop dan centang “Start Menu”, jika ingin muncul di start menu

chrome 3

4. Di Windows Explorer, masuk ke folder desktop. Terlihat sudah ada shortcut di desktop.  Klik kanan dan pilih “Pin to Taskbar”.

chrome 5

5. Voila !!, Sekarang Google Caledar sudah muncul di Taskbar.

chrome 6

Hutan Akasia Terluas di Dunia

Beberapa hari yang lalu saya dan konsultan dalam perjalanan menuju daerah Peranap di Riau. Karena jalan lintas timur Sumatera sedang diperbaiki, Kami melewati rute alternatif. Untuk mempersingkat waktu kami mengambil jalan pintas yang melewati perkebunan akasia milik sebuah perusahaan swasta yang konon adalah penghasil pulp dan kertas yang terbesar dan tercanggih di dunia. Kertas yang diolah dari hutan akasia ini sudah diekspor hingga ke 70 negara.

Tak tanggung-tanggung luasnya area hutan produksi ini mencapai 1 juta hektare. Ya kurang lebih 17 kali luas wilayah provinsi DKI Jakarta, atau 14 kali luas wilayah negara Singapura. Estimasi saya ada sekitar 100 km lebih panjang jalan dalam perkebunan yang sangat luas ini.

Hutan disini terlihat cantik karena pepohonan tumbuh teratur. Yang menarik juga di dalam wilayah ini kerap dijumpai hewan dilindungi seperti gajah. Jika ada melihat pohon yang patah kemungkinan bekas dilewati gajah. Semoga saja keberadaan perkebunan tidak mengancam kelangsungan hidup satwa liar.

Fun Bike, Lelah tapi Menyenangkan

Kemarin saya ikut Fun Bike untuk memperingati Hari Listrik Nasional ke 72. Start dan Finish di kantor PLN TJBB di Gandul Depok. Start setengah 7 dan menempuh jarak 30 km. Ini kali pertama saya ikut. Rute nya menantang dengan banyak turunan dan tanjakan. Harus ekstra hati-hati. Agak kaget juga, apalagi sebenarnya saya bukan hobbyist sepeda, saya cuma biker keliling komplek sambil bonceng anak. Sepeda saya juga biasa saja dan helm minjam teman..hehe. Tapi alhamdulillah finish juga. Kaki pegal-pegal terasa sampai sekarang. Sempat juga narsis lewat drone teman saya Adnan.

Berikut rute yang direkam oleh teman saya Angga, lewat aplikasi strava dab relive di smartphone nya Finisher PLN Batubara

Fotografer untuk Narsis

Kemarin saya membaca Kompas hari minggu 15 Oktober 2017, ada artikel menarik tentang jasa fotografer profesional di destinasi wisata luar negeri. Jasa ini cukup banyak peminat, meskipun biayanya relatif mahal dalam ukuran saya, 400 dollar untuk wilayah Asia Tenggara, 500 dollar jika di Amerika.

Namun bagi yang berduit lebih dan ingin meng capture moment dengan sempurna jasa fotografer ini tentu worth it. Apalagi momen spesial seperti liburan keluarga atau honeymoon. Hasil foto yang dihasilkan tentu jauh lebih bagus daripada difoto sendiri dengam smartphone ataupun kamera sendiri.

Terhipnotis

Saya rasa kebanyakan orang Indonesia saat ini terhipnotis, terhipnotis oleh keadaan. Pernah dengar berita orang kena gendam..? Walaupun diapa-apakan orang yang kena gendam akan menurut saja, tanpa perlawanan, dikuasai penuh oleh tukang gendam. Orang kena gendam akan diam saja dan menurut.

Kita saat ini seperti orang kena gendam, BBM naik kita sekarang diam, Premium menghilang orang-orang diam, disuruh pakai electric money dan disuruh bayar untuk top up kita diam, diperas oleh pajak kita diam, privasi kita diusik lewat simcard teregistrasi kita masih diam. Kita diam karena  terkagum dengan rezim atau karena takut? Takut tiba-tiba ditangkap, diberangus, dan dituduh penyebar ujaran kebencian, teroris, merencanakan makar dan lain-lain.

Seandainya kita takut karena hal tadi, sepertinya kita mundur 3 dekade, saat suara-suara dibungkam dan semua harus seragam.

Gorilla Glass dan Screen Guard?

Perlu atau tidak pakai screen guard kalau layar LCD smartphone sudah gorilla glass? Menurut saya itu tergantung pemiliknya. Gorilla Glass berfungsi untuk menghindari gores dan retak. Namun pengalaman pribadi saya, tetap ada gores halus pada smartphone walaupun sudah gorilla glass. Tapi mungkin dalam jumlah yang banyak bisa mengganggu juga.

Saya sendiri sih tidak pakai screen guard, karena layar lebih terlihat kinclong dengan gorilla glass  dan tanpa screen guard. Masalah pakai screen guard atau tidak itu pilihan empunya smartphone..